large image
Kemensos Tawarkan Bantuan
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-07-18 -|- 03:17:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

CILEGON - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menawarkan bantuan program untuk pemulihan psikologis korban kekerasan seksual yang dilakukan AJ (35), warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Tawaran tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Sosial (Dinsos), Senin (16/7).


Kepala Sub Direktorat (Kassubdit) Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus pada Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI, Agus Hasyim mengatakan, pihaknya menawarkan program bantuan untuk rehabilitasi 13 anak korban kekerasan seksual yang dilakukan AJ.


Pihaknya turut prihatin dengan adanya kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Cilegon, sehingga Kemensos RI berupaya menawarkan rehabilitasi bagi 13 anak korban kekerasan seksual yang dilakukan AJ.


 "Kami ditugaskan pimpinan mengawal kasus kekerasan seksual pada anak di Cilegon, sehingga saya datang ke Polres Cilegon untuk meminta kejelasan atas kasus ini. Kami serahkan kasus hukum pada pihak kepolisian," kata Agus kepada Banten Raya saat di Mapolres Cilegon, Senin (16/7).



Dijelaskan Agus, selain kasus hukum AJ untuk tetap berjalan, pihaknya akan turut membantu rehabilitasi 13 anak. Jika Pemkot Cilegon tidak sanggup, pihaknya akan membantu dengan membawa 13 anak ke rumah rehabilitasi anak di milik Kemensos RI di Bambu Apu, Jakarta. "Tapi, selain korban keluarga korban juga harus dilindungi. Begitu juga dengan keluarga pelaku, untuk dapat mendapat perlindungan juga," jelasnya.



Dalam hal ini, Agus juga akan mendampingi dan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk proses rehabilitasi 13 anak. "Jika pemulihan bisa dilakukan oleh Pemkot Cilegon maka untuk tetap dijalankan proram-programnya, kami juga akan mengawal. Jika Pemkot Cilegon tidak mampu, kami siap membantu dari program, anggaran, dan sebagainya," ungkapnya.



Menurut Agus, pihaknya meminta kepada Pemkot Cilegon untuk memperhatikan masalah tersebut agar dikemudian hari tidak terulang kembali. "Kami minta Pemkot punya program untuk melindungi anak. Peran keluarga di Cilegon harus dimaksimalkan. Peran pemerintah memunyai fungsi dalam sosialisasi," tuturnya.



Agus menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap pemulihan korban kekerasan seksual tersebut. "Kami berharap tidak terjadi lagi di kemudian hari," tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dirinya cukup prihatin dengan kasus pencabulan yang melibatkan 13 anak menjadi korban.


Pihaknya meminta kepada Dinas Pemeberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon untuk lebih gencar dalam sosialisasi perlindungan keluarga. "Peran kelurahan juga sanga penting dalam penguatan peran keluarga untuk melindungi anak-anak," katanya.



Ditambahkan Edi, untuk mencegah kekerasan seksual pada anak tersebut, peran keluarga sangat penting dalam melakukan sosialisasi. Ia meminta kepada orang tua di Cilegon untuk mengawasi anaknya agar terhindar dari kekerasan seksual. "Ini cukup memukul kita, karena Cilegon saat ini sedang dinilai untuk mendapat predikat kota layak anak," tambahnya.



Sumber Berita: http://bantenraya.com


 



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA